Senin, 01 Juli 2013

Renungan Harian 2 Juli 2013

Selasa, 02 Juli 2013


Bacaan Injil Mat. 8:23-27
23Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya. 24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. 25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." 26Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 27Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Renungan
Berada dalam badai atau cuaca buruk memang gampang membuat orang menjadi panik. Kepanikan ini bukan hanya menimpa mereka yang lagi berada dalam perjalanan di udara, laut dan darat, tapi juga pada mereka yang berada di dalam rumah. Makin parah badai itu makin mencekam semua yang terlibat. Namun kondisi panik tidak ada dalam diri Yesus. Ia tetap tenang berada dalam kondisi seperti itu. Keberadaan Yesus yang tenang akhirnya bukan hanya meredakan kepanikan para muridNya tetapi juga meredakan badai itu sendiri.
Dalam kehidupan rumah tangga, berkomunitas sering terjadi badai-badai baik kecil maupun besar. Badai-badai itu bisa mewujud dari angin-angin kecil seperti komunikasi, perhatian, rasa nyaman dan cocok dengan orang lain dll, yang makin lama mengumpul menjadi angin yang berkekuatan besar yang siap merusak bangunan keluarga atau komunitas itu sendiri.
Kadang kita tidak segera sadar kala angin itu mulai membesar. Dan ketika angin besar datang maka kita pun langsung panik. Maka rasa saya kita perlu menjaga agar angin besar, badai itu tidak datang. Andai ia datang kita tidak dikuasai oleh kepanikan namun ketenangan untuk melihat persoalan itu denan jernih dan meredakannya.

Doa
Tuhan, semoga aku tidak menjadi angin yang mengancam namun menjadi angin yang menyegarkan. Jadikanlah aku sebagai pribadi yang meredakan badai-badai kehidupan ini. Amin.